Website Media Online Baliadnews

Call:-

info.baliadnews@gmail.com
BREAKING NEWS

Ajus Linggih Sikapi Pertumbuhan Ekonomi Bali 5,78 Persen: "Kesejahteraan Warga Lokal Harus Jadi Prioritas Utama"

Minggu, 09 Agustus 2026

09:02 WITA

Denpasar

953 Pengunjung

Website Media Online Baliadnews

Tokoh muda Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih (Ajus Linggih). Ilustrasi by redaksi.

DENPASAR, BaliadNews.com  – Beredarnya capaian indikator makroekonomi Provinsi Bali pada Triwulan II-2026 yang tumbuh pesat sebesar 5,78 persen secara tahunan (y-on-y) mendapat perhatian khusus dari tokoh muda Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih (Ajus Linggih).
​Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali atas dasar harga konstan berhasil menyentuh angka Rp47,34 triliun. Angka ini membawa akumulasi pertumbuhan ekonomi semester I-2026 mencapai 5,68 persen, sekaligus menempatkan laju pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan impresif tersebut ditopang oleh kinerja sejumlah sektor utama:

  • ​Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum: Menjadi motor penggerak dan kontributor terbesar PDRB Bali sebesar 21,91 persen, didorong oleh maraknya momen libur sekolah, hari raya, serta gelaran event budaya.
  • ​Pengadaan Listrik dan Gas: Mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,98 persen.
  • ​Administrasi Pemerintahan: Tumbuh signifikan sebesar 14,31 persen berkat tingginya penyerapan dan realisasi belanja pemerintah.
  • ​Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: Tumbuh kuat sebesar 6,35 persen seiring meningkatnya produksi padi dan produk hortikultura.

Secara umum, sektor pariwisata tetap menjadi penopang utama perekonomian Bali, meski strukturnya kini mulai menunjukkan diversifikasi positif ke sektor non-pariwisata seperti pertanian dan konstruksi. Hal ini membuktikan daya tahan (resilience) perekonomian daerah yang tetap stabil di tengah ketidakpastian global.

​Sikapan dan Pandangan Agung Bagus Pratiksa Linggih (Ajus Linggih).

​Menanggapi laporan data statistik tersebut, Ajus Linggih, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali yang membidangi berbagai sektor penting dalam memajukan ekonomi daerah, mengapresiasi capaian positif yang diraih Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, angka pertumbuhan 5,78 persen ini adalah sinyal yang sangat baik bagi pergerakan roda ekonomi daerah. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa indikator angka tidak boleh berhenti sebatas data statistik semata.
​“Pertumbuhan ekonomi Bali sangat bagus, tapi saya rasa harus dibarengi dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat Bali itu sendiri. Jangan sampai ekonominya tumbuh, tetapi masyarakat lokal justru kesulitan mengejar pertumbuhan tersebut,” ujar Ajus Linggih saat diwawancarai di Denpasar. 

Menanggapi porsi pertumbuhan yang saat ini masih dominan ditopang oleh belanja pemerintah (Administrasi Pemerintahan), Ajus menilai hal itu sebagai fenomena yang wajar dalam tahap penguatan sektor produktif. Menurutnya, intervensi dan peran aktif pemerintah pada masa transisi sangat penting untuk menjaga momentum perekonomian agar tidak minus.
​Lebih lanjut, tokoh muda partai berlambang pohon beringin ini menekankan bahwa selama perekonomian daerah terus berada di jalur positif, sinergi antara kebijakan pemerintah dan daya serap sektor produktif swasta akan saling melengkapi secara bertahap.
​Ia mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terus mengawal momentum ini dengan satu tujuan utama: memastikan pertumbuhan ekonomi Bali berorientasi pada peningkatan kesejahteraan riil dan daya beli warga lokal Bali. AD


Komentar

Berita Terbaru