Senin, 13 Juli 2026
20:33 WITA
Badung
983 Pengunjung
Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025, Senin (13/07/2026).
MANGUPURA, BaliadNews.Com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung memberikan catatan tebal terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) dalam Rapat Paripurna DPRD Badung, Senin (13/07/2026). Sisa anggaran tersebut diminta untuk dicermati secara serius dan dialokasikan tepat sasaran pada APBD mendatang demi kemaslahatan masyarakat.
Catatan penting ini mengemuka dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Badung dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Badung TA 2025.
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa pencermatan Silpa merupakan salah satu sorotan utama dari masing-masing fraksi dewan, di samping isu keamanan wilayah. Ia meminta Bupati Badung untuk menjadikan evaluasi Silpa ini sebagai acuan krusial dalam menyusun formula APBD Perubahan maupun APBD Induk 2027.
"Yang paling penting adalah ketika nanti kita menyusun APBD Perubahan dan APBD Induk 2027, agar terutama Silpa ini menjadi atensi besar untuk kita gunakan untuk kepentingan masyarakat Badung. Ya mudah-mudahan, astungkara, nanti pada saat eksekusi di tahun-tahun berikutnya bisa berjalan sesuai dengan harapan kita bersama," tegas Anom Gumanti usai rapat.
Tetap Apresiasi WTP Ke-14 Kali
Kendati memberikan sorotan tajam dan kritis terhadap penataan sisa anggaran, pimpinan legislatif asal Kuta tersebut tetap menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Badung beserta seluruh jajaran eksekutif atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
"Tentu yang pertama kita patut apresiasi Bupati beserta seluruh jajarannya mendapatkan WTP yang ke-14 kalinya. Ini sangat luar biasa, mudah-mudahan ini bisa dipertahankan. Itu mencerminkan bahwa tata kelola sudah berjalan dengan baik," puji politisi PDI Perjuangan tersebut.
Alihkan Anggaran untuk Selesaikan Masalah Menahun
DPRD Badung menyatakan kesiapannya untuk mengawal ketat pemanfaatan anggaran daerah agar benar-benar dirasakan oleh publik. Dewan menegaskan komitmen penuh untuk menyetujui alokasi dana—termasuk optimalisasi Silpa—demi menyelesaikan tiga masalah mendasar yang kerap dikeluhkan warga Badung, yakni kemacetan, banjir, dan pengelolaan sampah.
"Ada beberapa hal yang memang penting di Badung yang patut harus kita dukung bersama-sama. Kalau kami dari Dewan sangat mendukung untuk mengatasi kemacetan ini, masalah banjir, dan yang di depan mata, masalah sampah. Ini menjadi prioritas utama untuk bisa ditangani di Badung. Berapapun anggarannya, kita akan dukung," pungkas Anom Gumanti.
Jalannya Sidang Paripurna
Rapat Paripurna penting ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi Wakil Ketua I Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra, Wakil Ketua II I Made Wijaya, dan Wakil Ketua III I Made Sunartha.
Pihak eksekutif dihadiri langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Sekda Ida Bagus Surya Suamba, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung.
Sementara itu, pandangan umum fraksi-fraksi yang sarat dengan pencermatan anggaran ini disampaikan secara bergiliran oleh masing-masing juru bicara: